Jumat, 08 Maret 2013

Universitas Muhammadiyah Mengadakan Pelatihan Jurnalistik



Universitas Muhammadiyah Mengadakan Pelatihan Jurnalistik
Oleh : Ferry Perda Permana 

Palangka Raya 8/3, Badan Eksekuatif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhamadiyah Palangka Raya. mengadakan pelatiha jurnalistik tingkat dasar, pelatihan ini untuk menumbukan rasa cinta untuk menulis khususnya  untuk menuliskan sebuah berita yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun untuk masyarakat luas.
Pelatihan jurnalistik tingkat dasar ini di ikuti oleh beberapa fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya yaitu terdiri dari Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISP), Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), dan Fakultas Agama Islam (PAI).
Adapun kegiatan ini di laksanakan untuk mengenalkan kepada Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Mengenai elemen-elemen junalisme, tehnik reportase, menulis berita, dan praktek liputan. Dengan mengetahui cara tersebut, di harapkan mahasiswa/i akan lebih peka terhadap  peristiwa atau pemomena yang terjadi untuk di tuliskan sebagai sebuah berita yang menarik untuk di komsumsi mahasiswa maupun masyarakat luas.
Kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar ini  di mulai tanggal 8 samapi dengan 10 maret 2013,dan akan di ahiri dengan mengunjungi media propesioal kalteng post, juga pembagian setifikat pelatihan untuk peserta.
Setelah kegiatan ini para peserta yang tediri dari berbagai fakultas diharapkan akan memahami cara penulis berita yang menarik dan benar. Kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar  yang di adakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini, untuk mewujudkan moton Universitas Muhammadiyah Palangka Raya yaitu “green Islamic campus” unggul membangun prestasi.ferry pp

Minggu, 03 Maret 2013

TAMAN ALAM SEBANGAU

oleh : ferry perda permana
toke kalimantan






taman alam sebangau berpotensi menjadi tempat berwisata nasioanal





faslitas yang kurang terawat
























sampah yang berhamburan karena kurangnya tempat sampah yang tersedia di area wisata


tempat berfoto yang asik bersama sahabat.....





tempat yang tenang utuk refleksi dan menenangkan pikiran..



bisa juga untuk teriak-teriak melepas rasa seteres yang ada di kepala.




semua yang ada ini suatu anugrah tuhan yang Maha Esa yang telah meciptakan tempat-tempat indah di dunia ini.

potensi tempat wisata yang menarik yang belum di kelola dengan baik oleh pemerintah...taman alam sebangau, saya bersama teman-teman menikmati suasana sambil berfotao-foto.

TANAH SURGA

Tanah surga salah satu filem karya anak negri yang menbuat aku menagis dan merinding saat manyaksikanya, tanah surga ini menceritakan sebuah dusun yang sangat terpencil yang terletak di perbatasan antara indonesia dan malaysia, dan juga  menceritakan keadaan yang sangat memperihatinkan karena sangat terbatas dari segi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan banyak lagi yang harus di penuhi untuk dusun tersebut...

bersambung.....................

Sabtu, 02 Maret 2013

kabar perbatasan indonesia - malaysia

Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kecamatan Puring Kencana Kabupaten Kapuashulu yang berbatasan langsung dengan Batu Lintang di Sarawak Malaysia mengancam pindah kewarganegaraan ke Malaysia. Mereka meminta pindah kewarganegaraan karena merasa daerahnya kurang diperhatikan pemerintah pusat.

Hal itu dikatakan Yusuf, salah seorang warga Kabupaten Kapuashulu kepada SP Senin (20/12).

Dia mengatakan, sebenarnya keinginan warga Kalbar yang tinggal di perbatasan ingin pindah menjadi warga negara Malaysia sudah lama terjadi.  Keinginan untuk menjadi warga negera Malaysia itu karena perhatian pemerintah terhadap wilayah perbatasan sangat minim.

Sarana dan prasarana khususnya infrastruktur yang ada di perbatasan sangat minim. Bahkan hingga saat ini masih banyak daerah yang terisolir dan tidak bisa dilewati melalui darat.

Sementara di Wilayah Sarawak Malaysia semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat sudah terpenuhi. Selain itu kesejahteraan masyarakat dan pendapatan masyarakat jauh lebih tinggi jika dibandingkan antara warga kalbar dengan Malaysia.

Selama ini yang menjadi keprihatinan kita adalah akses ke wilayah Sarawak Malaysia jauh lebih mudah dibandingkan dengan ke ibu kota kabupaten di Kapuashulu. Selain itu kebutuhan pokok masyarakat di perbatasan sebagian besar didatangkan dari Malaysia.

Sebenarnya warga yang tinggal di perbatasan anatara Sarawak dengan Kalbar tidak mengetahui secara pasti masalah batas negera. Sebab mereka  tinggal dalam satu keluarga besar, karena ada warga kalbar yang menikah dengan warga Sarawak demikian juga sebaliknya.

Namun ketika diukur dan diperlihatkan patok batas negara, baru mereka mengetaui bahwa mereka sudah berbeda negara. Mereka sudah dipisahkan oleh batas wilayah atau negara.

Namun yang menjadi perosalan adalah perhatian pemerintah Indonesia terhadap wilayah perbatasan terkesan sangat minim. Seharusnya pemerintah Indonesia dapat memberikan perhatian lebih terhadap wilayah perbatasan.

legenda bukit Tangkiling

Bukit Tangkiling

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum wr wb.
Ini adalah perjalanan atau petualangan pertama yang Akang tulis. Sebenarnya banyak perjalanan Akang  yang bisa ditulis, tapi belum bisa untuk ditulis. Langsung saja, tulisan ini mengenai Bukit Tangkiling.
Anda tahu apa itu Bukit Tangkiling?

Sebenarnya Akang juga kurang tahu mengenai tempat ini. Kebetulan beberapa waktu yang lalu Akang sempat jalan-jalan ke bukit ini. Lumayan melelahkan, tapi setimpal dengan apa yang Akang dapatkan.Sekitar 30 Km (Kurang tahu juga pastinya berapa) jaraknya dari ibukota provinsi Kalimantan
Tengah, yaitu Palangkaraya.Setelah Akang jalan-jalan di tempatnya Om Google, Akang menemukan fakta ternyata Bukit Tangkiling ini termasuk kawasan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling.Dan ternyata di sini terdapat 9 bukit, dengan nama Baranahu, Kalalawit, Tabala, Tunggal, Bulan, Buhis, Liau, Lisin, dan tentunya Tangkiling.
Kembali ke cerita Akang, baru setengah perjalanan Akang mendaki bukit ini, sudah sebesar biji jagung keringat yang keluar. "Sudah setengah perjalan, kalau tidak sampai kan rugi". Yakin Usaha Sampai. Jadi, perjalanan ini Akang lanjutkan. Alhamdulillah bisa sampai puncak. Terbayar rasanya setiap nafas yang dihembuskan, setiap tetes keringat yang bercucuran setelah melihat keindahan panorama di puncak bukit ini.
Oh iya, selain itu Akang mau sharing mengenai Bukit Tangkiling ini. Berikut sejarah dari Bukit Tangkiling:
Ceritanya mirip Sangkuriang dari Jawa Barat.
Alkisah disebutlah seorang pemuda bernama Tangkiling. Seorang saudagar kaya dengan kapal besarnya yang kerap melanglang buana. Suatu hari, singgahlah ia di pelabuhan dan turun dari kapal untuk berjalan-jalan. Tangkiling kemudian bertemu perempuan dan terpesona. Demikian pula si perempuan yang bernama Bawi Kuwu itu tertarik dengan kegagahan Tangkiling, sehingga tak perlu lama bagi mereka memutuskan untuk menikah. Pesta pernikahan megah digelar dan Tangkiling menikmati masa-masa indah bersama pasangannya.
Lebih kurang tiga bulan setelah pernikahan, Bawi Kuwu diminta mencari kutu di kepala Tangkiling. Ketika menyibak rambut yang lebat, sadarlah Bawi Kuwu bahwa Tangkiling adalah anaknya. Karena sewaktu Tengkiling kecil dulu, dia pernah dipukul Bawi Kuwu di bagian kepala sehingga menimbulkan bekas luka.
Tangkiling pun baru sadar, bahwa dia telah jadi korban sang Oedipus. Kontan ibu dan anak itu bercerai, dan Tangkiling pun lari ke hutan sementara ibunya saking malunya, tak berani turun dari bahtera.
Tangkiling tidak lari untuk menjauhkan diri, tapi untuk menebus dosanya sesuai dengan tuntutan adat. Bersenjata sumpit saja, dia bunuh sejumlah babi hutan dan menjangan untuk binatang kurban, lantas dia kembali ke kampung. Semua orang kampung diundangnya menghadiri pesta penebusan dosa. Pada saat hadirin sudah mabuk dan kekenyangan setelah menyantap suguhan Tangkiling, Raja Pali (Dewa Kilat) yang menjadi asisten Raja Tontong Matanandu (dewa tertinggi di alam-atas) mengirimkan kilatnya untuk menghukum Tangkiling yang telah melanggar hukum Pali (tabu). Tangkiling dan keenam pengawalnya berubah jadi batu. Begitu pula bahtera Tangkiling yang menjadi Batu Banama di bukit Tangkiling sekarang. Bawi Kuwu, terkurung hidup-hidup dalam Batu Banama itu. Riwayat Bawi Kuwu yang cantik jelita itu belum berakhir. Dia dikisahkan pintar menjahit pakaian, dan orang-orang yang percaya dapat memasukkan kain dalam salah satu celah di sisi samping bahtera batu itu, dan pakaian yang sudah terjahit akan ke luar dari situ. Namun suatu ketika, ada seorang Bagumpai (suku Dayak yang sudah masuk Islam, di perbatasan Kal-Sel/Kal-Teng) yang penasaran ingin melihat puteri yang cantik dan pintar menjahit itu. Dipancingnya Bawi Kuwu dengan sepotong kain untuk mengeluarkan tangannya dari celah itu. Begitu tangan Bawi Kuwu terjulur dari celah, disambarnya tangan perempuan itu.
Namun Bawi Kuwu tetap juga tak dapat diseret ke luar. Saking jengkelnya, orang Bagumpai tadi menghunus parangnya, dan memancung tangan puteri nan malang itu. Sejak saat itu, celah itu tertutup, dan sang puteri yang sudah buntung tangannya itu tak lagi mau melayani pesanan jahitan tanpa bayaran itu.
Begitulah cerita rakyat yang menyebar di daerah tersebut. Semuanya kembali kepada Anda mau percaya atau tidak, yang jelas Bukit Tangkiling ini benar-benar ada. Kalau ke Palangkaraya jangan lupa untuk mengunjung tempat ini. "Cintailah tempat wisata dalam negeri". 
Semoga bisa bermanfaat, cukup sekian dari Akang.

Wassalamu'alaikum wr wb :)

Goresan Muslimah: Mentimun Obatnya Aisyah RA Menjaga kesehatan dan p...

Goresan Muslimah: Mentimun Obatnya Aisyah RA Menjaga kesehatan dan p...: Selama ini mungkin kita hanya tahu mentimun sebagai sayuran dan pelengkap makanan. Padahal banyak manfaat yang dikandung oleh sayuran ini...